Otaku And Ocult

welcome Minna-samaa!!!!

Otaku And Ocult

Anything in this World is Gloomy. No Hapiness and Glory.

Selasa, 19 April 2011

AOKIGAHARA (the suicide Forest)

Konichiwa minna-san, ogenki desu ka...

Ini adalah Jurnal saya yang pertama, jadi mohon bimbingannya ^^. Maaf kalau sedikit jelek.

Kesulitan dan beban hidup terkadang membuat orang ingin segera lepas dari semua itu, tak sedikit juga dari mereka yang mengambil jalan pintas, yaitu dengan cara bunuh diri. Jepang adalah salah satu negara dengan angka bunuh diri tertinggi didunia. Sekitar tercatat 36.000 jiwa meninggal karena bunuh diri di Jepang.

Masuk kepembahasan utama kita, mengenai salah satu tempat favorit yang dikunjungi masyarakat Jepang untuk mengakhiri hidupnya, Yup...tempat itu adalah Hutan Aokigahara atau disebut Jukai (Sea of trees). Terletakdi sebelah Barat Laut Gunung Fuji,membentang dari Kota Kawaguchiko hingga Desa Narizawa,Prefektur Yamanashi. Dengan luas 35 km persegi, cukup wajar bila dikatakan sebagai lautan pepohonan. Hutan yang berisi sejumlah berbatu, gua es, beberapa di antaranya tujuan wisata populer

Aokigahara memiliki hubungan bersejarah dengan setan dalam mitologi Jepang, merupakan tempat populer untuk bunuh diri;. pada tahun 2002, 78 mayat ditemukan, meskipun banyak papan-papan peringatan, dalam bahasa Inggris dan Jepang, mendesak orang untuk mempertimbangkan kembali tindakan mereka.Namun upaya itu belum cukup untuk mencegah mereka yang ingin mengakhiri hidupnya di hutan tersebut.

Karena rapatnya pepohonan, dan tidak adanya satwa liar, hutan ini dikenal sebagai hutan yang sepi.


Banyak rumor yang beredar seputar Aokigahara, diantaranya rumor yang mengatakan aokigahara dapat menyebabkan kacaunya medan elektromagnetik pada kompas, dan rumor arwah gentayangan. Namun semua itu tidaklah benar (meski hutan ini tidak bisa lepas dari kesan horornya karena menimbulkan kesan seram). Di 1 kilometer memasuki Aokigahara, anda akan menemukan tanda-tanda kehadiran manusia di hutan ini, seperti botol strip obat (yang kemungkinan besar digunakan untuk mengakhiri hidup), untaian tali diranting-ranting pohon, bahkan jenazah-jenazah yang terkadang telah menjadi tulang-belulang.

Setiap setahun sekali di hutan Aokigahara diadakan perburuan mayat, biasanya ada beberapa orang sukarelawan yang membantu dalam perburuan ini.Tugas berat ini dilakukan biasanya oleh polisi, Wartawan serta para Rimbawan penjelajah hutan Aokigahara. Ini bukanlah pekerjaan yang mudah, karena selain mencari, biasanya mereka akan disuruh menunggui dan tidur disamping mayat lewat undian. Yang kalah akan ditugasi dalam menjaga mayat. Hal ini dilakukan karena ada beberapa rumor yng mengatakan bahwa jika mayat itu ditinggalkan, maka mereka akan menjerit-jerit dan akan bergerak sendiri ke pos para sukarelawan.


Dibalik kesan horonya Aokigahara juga menyimpan keindahan alam. Jika dijelajahi lebih dalam lagi, maka anda akan menemukan beberapa pemandangan yang memukau dan menyejukan mata.


Source:Wikipedia.com, Animonster dan beberapa narasumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar